Surya merambat turun. menggantung di ufuk barat. enggan meninggalkan siang. membunuh malam di belahan lain. Anok berperang dengan pikiran nya. anok termenung di setangkai bunga yang mengering. senja yang benar-benar membunuh jiwa muda.anok mengepakkan sayap nya. pelan. malas. sesekali matanya memandang cahaya jingga yang kian jauh. temaram ditelan gumpalan-gumpalan awan hitam. bayangan akan lembut nya wajah lasiri terus melintas. memberikan sekelumit terang dalam keremangan senja. dalam tiap kepakan sayap nya ada nama lasiri. anok dikecam kerinduan. kerinduan yang tak berkesudahan. kerinduan yang ia yakini g bakal ada akhir nya. anok lelah. senja pun berlalu. kepekatan malam menyelimuti. dingin. ' bagaimana aku bisa keluar dari taman sialan ini' anok membatin.....
****************************************
'maaf baginda, hamba g berniat jadi pahlawan. hamba hanya g ingin lasiri kenapa-napa. hamba mencintai lasiri...mmm..'. anok kelepasan. anok g bisa lagi menguasai perasaan. hening. kepakan sayap raja menghantam tubuh anok. empat pengawal kerajaan menyeret tubuh anok ke taman ini. jauh entah dimana.
hari-hari dengan kesendirian di taman tak bertuan ini begitu sepi dirasakan anok. sepi. sunyi. yang ada hanya bunga-bunga yang layu g terawat. pondok tua petani yang reot. pagi tanpa senyum lasiri. kerinduan anok g terbendung lagi. kerinduan pada bulan yang g pernah tau klo ada pungguk yg merindukan nya.
biarkan hujan turun ketika ada awan,
biarkan daun berguguran ketika ada angin
biarkan aku mancintaimu selagi kau bisa dan selagi aku mampu,
dan biarkan aku menangis untuk menciptakan tegar
karena cinta itu akan berharga ketika kita sudah kehilangan
*******************************************
'ibu ! siapa pemuda yang telah menyelamatkan nyawa ku ibu? 'lasiri setengah berteriak pada ibunya. "tidak ada yang menyelamatkan nyawamu anaku, bahkan pemuda itulah yang ingin mencelakai mu." bisik permaisuri seraya mengusap tubuh lasiri lembut. 'nggak bu...nggak!!!,pemuda itu yang menolongku dari serangan semut itu bu. 'hentak lasiri dengan sedikit menjauh dari ibu nya. 'aku masih merasakan air mata pemuda itu saat melihat ku tergolek g berdaya di pelukannya bu.' lasiri meyainkan ibu nya. permaisuri hanya diam. meninggalkan lasiri.
'maaf tuan putri, ini sari bunga untuk tuan putri' dayang suli yang dari tadi g dianggap diruangan itu menawarkan makanan untuk majikan nya. lasiri masih larut dalam tangisan nya. 'anok tuan, anok yang menyalamatkan tuan dari semut itu'ucap dayang suli sambil berlalu. lasiri membalikkan badan nya ke arah suara itu. tersenyum.




