1. Gadis
Hujan.
Malam.
Kangen.
Sekenanya saja.
Kamu pasti ngomong ngarongidul. Becanda sama teman atau siapapun yang bisa kamu ajak untuk ngomong sesuatu yang nggak kamu anggap penting. Tapi penting bagi ku. Kamu pasti terpingkal2. ngakak. Cerita tentang kita. Tentang kau dan aku. Kamu pasti lagi ngomong tentang aku yg memelas di ujung telpon menunggu kamu ngomong ‘ngapain lagi sih kamu telpon2 wa?!’ dan ketika aku bilang “aku Cuma mau tau keadaan kamu gimana gam? Kamu sehat2 aja kan gam? Aku masih sayang sama kamu gam? Dan.....” kamu pasti motong dengan ‘ngapain lagi kamu mau tau keadaan wa! wa udah g sayang lagi sama kamu dan wa g butuh cinta kamu!’ tuut..... tuuut. Suara itupun hilang di balik isak tangis ku. Dan kamu pasti dengan berjayanya ngomongin soal( soal-ky ujian ajah yak;;) ) ini ama teman2 mu gam. Tapi aku...aku disini Cuma bisa mengis dengan sangat sukses akan membuat kantung mata ku kelihatan hitam besok nya. Semalaman gam aku menangis.
untuk kamu gam.
2. Agam
Mentok.
Sedari senjah. Oh bukan. Bahkan g ada senja hari ini. langit dengan dengan penuh ke dikjayaan menurunkan hujan di malam musim panas ini. Hujan yang mengisaratkan kegalauan wa. Sesekali angin berusaha mengusir hujan. Tapi hujan tetap dengan angkuhnya.
Klo seandainya ini di sinetron atau di pilem2 maka akan terdengar alunan lagu Seven years nya Norah jones sebagai pengiring yang menggambarkan suasana yang galau.
Dingin.
Tapi disini hanya ada rintik hujan yang menjadi musik dimalam ini. bahakan suara binatang malam seakan bisu.
Sepi.
Udah seminggu Jessy g online.




