OK, itu hanya sebuah pengantar.
Dan sekarang wa nggak ingin lagi jadi mayat sebelum waktunya.
Sign!
13 Mei 2007
Nikotin merambat pelan.
Arrggggr. BT. Leave me alone!
Ik wanhoping!
Dua minggu tanpa aktifitas. Sepi. Dan perasaan terbuang seolah membunuh pelan. Perih.
Apapun yang wa lakukan selalu gagal. G-a-g-a-l. Sebuah cerpen! wa juga nggak yakin akan dimuat. tadi malam wa mimpi Emak. Wa ingin pulang!
Wa bener2 sepi di Padang rumput ini. Mungkin inilah yang wa cari. Mencari sepi. Mengejar kesenyapan, mengusir rutinitas yang membunuh perlahan. Inilah yang mendorong wa melakukan perjalanan ini.
24 mei 2007
Dalam perjalanan pulang kemaren, wa melihat banyak kecelakaan ( hampir setiap pulang wa melihat nya) dan setiap wa melihat. wa kembali merasakan perasaan yang nggak mudah dijabarkan.
Sering kita hanya melihat bagaimana seseorang mati, tapi melupakan bagaimana ia hidup. Mati yang fenomenal adalah mati bunuhdiri.
25 Mei 2007
Makan!
Kadang rasa enggan untuk makan. Seperti bocah2 yang selalu punya alasan tiap kali disuruh ibunya untuk makan. Sementara ibu-bapaknya kadang(tidak semua orang tua) harus bantung tulang peras keringat hanya untuk mendapatkan makanan.
Ada sebagian yang punya makanan yang melimpah tapi tidak bisa ia cicipi sedikitpun, entah karenan penyakit atau memang karena kikir. Ironis!
ada juga keluarga yang mengais onggokan sampah untuk mendapatkan makanan sisa......
Mencari titik temu sebuah perbedaan
Dinegeri ini. Ada yang dengan mudahnya menghilangkan nyawa seseorang dan melupakannya 1 jam berikutnya tanpa sesal sedikitpun! seolah bener2 nggak ada kejadian. Tapi bukankah setiap orang bsia berobah? tapi pertanyaan mendasarnya sekarang, mau nggak kita berobah?!
Negara geblek atau orang nya kah?!
Turut berduka untuk perampasan tanah di pasuruan! Berjuanglah, jangan hanya diam!
Tau kah kalian hai Tentara!....
Disini ada yang merasa perih dengan setiap tetes air mata yang jatuh dari sudut mata perempuan yang suaminya kalian tembak. Setiap pagi, bangun dari tidur hatunya meradang menerima kenyataan kalau kenyataan itu benar2 terjadi, kenyataan kalau kalan merampas tanah mereka, merampas suami, istri, anak, bapak ibu mereka. Damn Marine!
Tapi sudahlah ini nggak akan banyak berguna. Karena memang nggak ada yang bisa diharapkan.
For better or worse, till death do us part is only history.
" Kalau suatu saat nanti keadaannya berobah dan perasaan kita masih sama. Wa mau memeluk kalian.... tapi semua sudah terlambat! wa sudah terlalu muak dengan kalian."
Semua cuma tinggal kenangan, sekarang semua bener2 harus dilupain.
Tapi...
Siapa yang bisa ngelupain. Kata2 itu bener2 terasa nggak bermakna samasekali.
Wa harus hidup, tapi kenapa? wa nggak pernah tau!
27 Mei 2007
Hari ini. Awal kuliah setelah aksi meliburkan diri selama sebulan penuh. Lumayan frees setelah satu minggu dikampung.
Sihg!
Kenyataan pahit kembali terulang, Seorang temen seangkatan mengajukan drafskripsi nya untuk diujikan pada dosen, sementara wa masih duduk manis mengikuti kuliah dibelakang.
Berat.
Seandainya ada penyakit atau kecelakaan yang bisa bener2 membunuh wa saat ini. Dengan bahagia akan wa sambut. Wa udah kehilangan semangat kuliah, sekarang kuliah hanyalah perjuangan mempersembahkan gelar sarjana pada Bapak-Emak. Hanya itu. Wa udah nggak sanggup, wa cuma ingin berkarya, berkarya, bekerja, membangun impian punya rumah mungil di peternakan!
Akankah ada terang sehabis gelap kali ini?
Labels: kececer




