Ada banyak alasan kenapa wa selalu berbohong tiap kali ada yang bertanya soal.....tanah kelahiran?,tempat tinggal?,negri asal?...stop! KAMPUNG! (percuma diperbaiki, tetep aja dari kampung). Tapi sebenernya nggak selalu sih, tepatnya klo yang nanya cewek cakep, nah baru boong.
Bukanya apa-apa, karena klo wa jujur:
1. Kebanyakan pada nggak yakin, Karena nggak mungkin orang Uhmm sekeren wa berasal dari kampung jauh di ujung selatan sumatera barat. Seminim2nya yah dari Eropa atau Asia timur lah.
2. Pada balik nanya -"orang asli?",.Emang ada gitu orang palsu?
3. Malah dikirain boong. "Kok kemaren aku liat kamu disitu sih!". Emang klo kita anak KAMPUNG kudu dikampung mulu yah?! nggak boleh punya hobi traveling yah?!.
4. Nah ini yang paling kesel, "Transmigrasi taon brapa?" atau "Njowo ndi lik?"atau "oh..jawa yah mas!". AgRGggggggg!!!. Sekedar informasi, disumatera (khususnya sumbar) masih ada yang namanya sikap anti Jawa, rasis nggak sih?.
Ok. Kampung wa emang nama sebuah wilayah Transmigrasi besar2an pata taon 1974 untuk wilayah Sumatera. Tapi jauh sebelum itu Kampung wa udah punya nama itu.
Tapi tetep aja tiap kali orang denger nama SITIUNG pasti berpikiran : 'jawa, anak trans, katrok'. Walau kenyataannya penduduk asli (minang) udah jauh ketinggalan dari segi apapun ketimbang para transmigran.
note : mohon maap klo ada diantara anda yg merasa cakep wa boongi soal kekatrokan ini, karena wa dipaksa keadaan. Mungkin klo wa lahir di LA nggak bakal ky gini kejadian nya.
Labels: 234 + Capucino





