Berserah tapi tidak menyerah.
Akhir-akhir ini wa seolah sangat merindukan kematian,tiap canda dan guyon selalu diselingi dengan nuansa kematian. entah pertanda apa.
Kemaren wa nonton soundrenaline,sendiri ditengah keramaian. sepi ditengah hingar bingar dentuman. tapi entah kenapa wa nggak menemukan diri wa disana. diri yang dulu nggak bisa diam denger musik. jingkrak dan basah keringat adalah suatu kebanggaan, tapi kemaren malam nggak begitu.
Sekarang wa lebih takut kehilangan kewarasan dari pada kehilangan nyawa.
Semoga saja akan ada terang sehabis gelap ini.
wa berharap malam ini tak terlalu lama.
wa kedinginan menunggu fajar berteman angin malam.
capek.
Labels: Relung




