Awal nya aja udah nggak enak, udah dari mo naek angkutan tapi nggak tau mau naik angkutan jurusan mana dan kemana yang jelas "wa mau pergi berpesta" itu aja. berbekal keinginan kuat itulah, wa beranikan diri untuk nyetop bus yang berjubel penumpang pada malam menjelang tengah malam. cukup dingin suasana di bus, mana banyak yang bediri lagi, sesekali wa liat keadaan diluar seluet padang rumput berkilauan oleh serpihan embun yang gemerlap cahaya bulan, beberapa padang rumput dan perbukitan udah dilewati, akhirnya bus yang wa tumpangi istirahat di sebuah rumah makan di tepi lembah dan dikiri kanan nya bukit yang ditumbuhi ilalang yang jelas terlihat dalam cahaya bulan. lama lama banget istirahatnya, kata penumpang lain dalam obrolan mereka yang sulit untuk dimengerti wa menangkap bahwa bus akan berangkat menjelang fajar supaya bisa masuk kota pagi harinya, sebab berbahaya masuk kota malam hari apalagi kebanyakan penumpangnya ibu-ibu dan bapak-bapak tua seperti satu keluarga jompo. nggak tau mo ngobrol sama siapa, wa putuskan untuk minum kopi, sendirian. dingin, wa peluk ransel yang mulai lusuh. cangkir pertama udah kosong, malam masih panjang. kopi berikutnya datang dengan senyum ramah penjualnya, seorang pemuda tanggung. sebenernya ingin jalan2 liat bukit disekeliling lembah, tapi wa sangat letih karna tadi seharian di kapal dan berjalan menembus hutan. jadi wa putus kan untuk istirahat berbantal ransel.
wa terjaga disaat fajar masih dini, mesin bus sudah dinyalakan. perjalanan siap dilanjutkan.
yikes!
sepanjang perjalanan berikutnya, wa molor dengan indahnya, bermimpikan bercinta dengan sherina. Uhmm.
Labels: libur tlah tiba




