"Terpaksa ikut puasa aku" dengan logat batak kental nya."nggak ada yang jualan, mau gimana lagi". Dame seorang teman kampus yang yang kena imbas tiap kali Ramadhan datang, ikut puasa walau nggak wajib puasa. Kadang kasian juga, tapi wa salaut ama dia yang sangat menghormati bulan suci ini, padahal kalau wa liat di luar banyak oknum muslim yang sengaja pamer buka di siang ramadhan. Bangga!.
masih cerita soal Dame, Awal-awal kuliah SiDame sama sekali ngggak ngerti bahasa minang, nah layak nya orang minang yang usil, teman-teman ( nuduh padahal wa penjahatnya )dengan senang hati mengajarkan Dame Bahasa minang, dimulai dengan sapaan selamat pagi - sselamat siang -dan selamat sore. nah jadi siDame ngikutin apa yang kita ajarin, sampai pada suatu kali masih dalam minggu pertama kuliah Dame dengan bangga menyapa seorang dosen yang terenal Minangtotok.
"P*nT*k amak ang pak" dengan senyum menyapa dosen yang baru masuk kelas di pagi itu. Kontan aja anak-anak pada diam seribu bahasa, takut kalau-kalau tuh dosen bakal angkat meja dan membanting si Dame yang malang. Lama diam, napas pun ditahan. tuh dosen juga diam membisu.
"KAMU!!! harus belajar banyak nak,tapi selera humor mu cukp bagus" si dosen nyengir berusaha tidak terbahak.
Kemuadian Pak dosen cerita kalau dia pada masa kuliah dulu juga pernah menjadi sukarelawan mengajar orang-orang baru yang nggak bisa bahasa minang.
"Nostalgia" pak dosen melanjutkan.
siDame objek penderita kali ini cuma bisa misa misu menahan malu dan marah karena ketahuan dia telah di kerjain, dengan tampang -Taebabi-anak batak dikerjain,awas kau!"
NB : semoga Dame nggak liat blog wa. Amien!
Labels: sahabat




