Tuesday, July 03, 2007, posted by Dj_Rono at 7/03/2007 09:57:00 PM

Setelah rada mendingan pada Senin siang, sorenya wa melakukan rutinitas duduk2 gitar2 sambil ngecengin cewek2 yang lewat hendak kepantai -didepan kostan.
Keindahan melakukan rutinitas mem-plototi pantad cewek2 cakep yang lalulalang di depan kostan harus berakhir dengan kebrutalan penyakit yang mengerogoti tubuh, semakin lama semakin lemes, kemudian malam terasa datang begitu cepat. Hitam.

Wa menyadarkan diri saat perawat mendorong kursi roda dan menempatkan wa di sebuah bilik bertirai biru.(Note: perawatnya bule ui ). Dia menolong memindahkan tubuhwa ke kasur dan kemudian mulai meraba...Uhm... tangan, mencari urat-nadi yang paling jelas. Tak lama, sang perawat menusukan jarum infus beserta tabungnya ke urat nadi di pergelangan. Duh... eh, ngga gitu sakit sih.
Sebelum pasang selang infus, si perawat mau ambil darah dulu. Jadi dia menusukkan jarum kecil ke tabung infus kecil yang sudah tertancap. Lanjut.. Entah bagaimana kejadiannya, tahu-tahu darahku muncrat ke rok pendek si perawat -sampai2 tuh darah netes dari paha mulus nyah. Dia langsung panik dan menjerit.
"Oh, my God!!! My goodness!!!" Panik

Banyak sekali darah di ruangan. Ada genangan darah yang cukup besar di lantai. Jari-jari dan pergelanganwa penuh dengan darah. Mengerikan.
Wa terkejut. Tapi tidak bereaksi sedikitpun.
"I am scared to death!!!!" Si perawat tampak pucat. "I am so sorry, I am so sorry" lanjutnya.
"It's OK" wa sok tenang,menahan perih.
"Yeah, this little needle was broken". Memberi penjelasan menebus kesalahan,Walau panik tapi tetep blegak nggak panik padahal panik, terang ajah..yg kesakitan tuh WA!!! bukannya dia. Phycho! .
"Oh.. well, yeah, something like that happens" Masih tetep tenang, abis perawatnya Uhmm cakep sih. Bule pula.

Kemudian si perawat mengganti kaus tangannya, mengambil setumpuk tissue dan mengelap tangan wa. Dia berusaha meneruskan tugasnya. Lalu si perawat membersihkan darah-darah yang menghiasi ruangan. Dia sangat gugup sehingga terus menerus menjatuhkan barang-barang. Setelah mengganti kaus tangan 6 kali dan menghabiskan seluruh persediaan tissue di ruangan, akhirnya dia selesai. Dia masih tampak gugup, namun tetap berusaha tenang dan meneruskan tugasnya. Selang infus lalu dipasang di jarum infus wa. Berhasil. Dua tabung obat diinjeksikan di selang wa. Berhasil juga.

Ruangan begitu sepi. Tak seorangpun dari kami yang berbicara. Sunyi. Sepi. Sampai akhirnya wa memecah kesunyian.

"You know what? I think you should have done this better" dengan wajah dan tatapan dingin, suara datar.
"Oh..oh.... I am so sorry" sangat gugup dan merasa bersalah.
"I really think you should have done better" Wa mengulang, tetap dengan suara yang dingin.

Si perawat kehilangan kata. Dia menunduk dan terus membenahi selang infus.

"Yeah, you can do better by giving me some IV (infus) with pizza or hamburger flavor!"
Sang perawat menatapwa. Tertegun sejenak, kemudian bertanya,
"What do you mean?" bingung dalam gugupnya.Rada panik tapi bingung dengan muka -'duh gw udah bikin nih orang senewen kaliyah, masa udah sekarat gini minta makanan'.
"Pizza flavor... or hamburger, at least. Come on, after what you have done to me!"wa makin iseng ngeliat wajah bule mulai memerah.
"Oh right, yeah, pizza would be nice. I should have done better, true" Mulai tersenyum - kemudian tertawa lega.
"Yes, after taking too much blood of me!" sambil ketawa memberi penekanan pada kata -blood.
"Yeah, I should give you something in return" langsung terlihat lega dan lebih santai.

Kami berpandang-pandangan dan kemudian tersenyum bersama.

Beberapa detik kemudian wajah tirusnya perlahan mendekat ke wajahwa yang tergolek di kasur,semakin dekat,dekat dan dekat,dan..........jarum jam berdetak pelan... keheningan rumah sakit menambah syahdu malam itu.( yah klo yg ini sih maunya wa ajah) .

Labels: